Kamis, 06 November 2008

SAINS DAN TEKNOLOGI PERTENGAHAN DI EROPA

Masa kegelapan” yang berlangsung mulai dari jatuhnya Roma tahun 455 sampai bangkitnya negara-negara barat di bawah Paus Silvester II pada periode 999-1003, dipandang sebagai periode kering dalam sejarah peradaban eropa. Hal seperti itu terjadi dalam bidang filsafat, akan tetapi dalam bidang teknik terjadi beberapa penemuan selama periode itu. Bangsa Jerman yang menyerang Roma membawa serta berbagai kebiasaan mereka seperti celana panjang (sebelumnya bangsa roma memakai toga), mentega sebagai pengganti minyak zaitun, permaianan ski, menanam gandum, saanggurdi (untuk menunggang kuda) dan bajak model baru.

Di eropa utara pada abad ke sembilan dan kesepuluh kuda mulai dimanfaatkan secara lebih efisien. Pada periode itu mulai diperkenalkan ban leher kuda, mungkin berasal dari asia. Pada periode itu juga ditemukan sepatu kuda dan model tandem dalam pemanfaatan kuda. Peralatan lain yang berkembang adalah kincir air yang dipergunakan untuk menggiling jagung.

Berbagai penemuan peralatan itu membawa konsekuensi bahwa manusia semakin terbebas dari pekerjaan kasar dan menimbulkan produksi pertanian yang melimpah, melebihi kebutuhan subsisten. Kelebihan hasil-hasil tersebut memungkinkan tumbuhnya kota dengan berbagai peralatan dan perdagangannya, muculnya berbagai usaha, terjadinya perang salib, dibangunnya katedral-katedral dan universitas-universitas pada abad kesebelas dan ketigabelas.

Selasa, 04 November 2008

ASTRONOT DAN BULAN

Balon yang diisi gas dapat terbang tinggi sekali. Mengapa astronot tidak menggunakan balon yang banyak saja untuk terbang ke luar angkasa? Agar balon dapat terbang ke atas, massa jenis balon harus lebih ringan dari massa jenis udara. Semakin keatas, kerapatan atau massa jenis udara semakin kecil. Pada ketinggian 30 Km, massa jenis udara sama dengan massa jenis balon gas, maka balon gas tidak dapat terbang pada ketinggian lebih daripada 30 Km, maka balon gas tidak dapat digunakan sebagai alat tranportasi astonot itu.ilool.u.

Jumat, 31 Oktober 2008

Beginikah nasib Ilmu Pengetahuan?

Buku John Horgan yang berjudul “the end of science” merupakan sebuah biografi sekaligus refleksi sains yang bukan hanya mengupas namun lebih membongkar hakikat dan perkembangan sains itu sendiri. Dalam petualangannya, Horgan telah berhasil mewawancarai beberapa ilmuwan yang berpengaruh pada abad ke 20. dia adalah seorang wartawan ilmu pengetahuan berkebangsaan amerika yang berani dan cerdas, meskipun banyak resiko yang harus dihadapai.

Sedikit yang bisa saya pahami dari buku itu adalah (terlepas dari keinginan Horgan sendiri) bahwa Ilmu pengetahuan telah melampaui segala tanpa batas sehingga tidak ada kebaruan yang diharapkan, tidak ada jajahan baru yang dieksplorasi, tidak ada objek sains yang dapat diteliti, dan tidak ada utopia masa depan yang dapat diraih. beberapa ilmuwan yakin ilmu pengetahuan mempunyai batas (finite) sampai menuju titik akhir (senjalaka) setelah semua tujuannya terpenuhi sehingga tidak ada lagi fantasi dan imajinasi masa depan yang dapat dibayangkan, ilmu pengetahuan telah sempurna yang dapat mengkonstruksi masyarakat sempurna (perfect society), yang didalamnya tidak ada lagi yang tidak tersedia, tidak ada masalah yang tak terpecahkan, tidak ada lagi pertanyaan yang tak terjawab, tak ada lagi mistery yang tak terungkap. Nanti akan ditemukan teori segala sesuatu sehingga beberapa ilmuwan berusaha sekuat tenaga untuk mencari dan menemukan superstring atau theory of everything yang di dalamnya segala fenomena, masalah dan pertanyaan dari segala disiplin (konvensional) kini dapat dicari jawabannya oleh sebuah teori tunggal yang melingkupi (kesatuan dalam keragaman teori), segala hal. Bila segala hal dapat dijelaskan oleh sebuah teori, maka ini berarti tidak ada lagi perkembangan teori, tidak mungkin dihasilkan lagi teori baru di masa depan, dan manusia sampai pada kondisi “matinya teori”.

Tapi masalah yang kemudian timbul adalah ternyata itu hanya utopia yang tidak mungkin untuk diperoleh, beberapa ilmuwan tersebut telah bermimpi dan mereka cenderung melakukan hal-hal yang irasional (gila). Wajar saja ilmuwan merasa bingung dengan apa yang akan mereka lakukan sekarang, Hampir saat ini tidak ada lagi teori sains yang bisa ditemukan, dieksplorasi dan diteliti, yang bisa dilakukan sekarang hanyalah melakukan pereduksian yang deterministic terhadap apa yang telah dicapai. Mungkin para ilmuwan sekarang telah kehabisan bahan bakar untuk mencari “apalagi yang harus ditemukan setelah mekanika kuantum, big-bang, evolusi, dan relativitas umum ditemukan?”.

Asal-usul alam semesta menurut teori big-bang bermula dari sebuah ledakan yang terus menerus, bermiliaran tahun yang lalu meninggalkan cahaya sore dalam bentuk gelombang mikro yang kecil (radiasi dasar kosmis) yang mengalami pergeseran doppler, selanjutnya penelitian selama beberapa dekade yang lalu menunjukkan bahwa elemen hidrogen, helium, dan elemen-elemen cahaya lainnya yang berlimpah dalam milky way (galaksi bima sakti) dan galaksi lain yang secara tepat sesuai dengan perkiraan teoritis. Ketiga tingkatan tersebut (pergeseran merah galaksi, dasar gelombang mikro, dan keberlimpahan elemen) menjadi dasar teori big bang berpijak.

Asal-usul kehidupan dengan teori eksotiknya, Stanley Miller melakukan rekayasa dalam eksperimennya, dengan sebuah tabung yang berisi metana-amoniak-hidrogen sebagai ganti dari atmosfer, Air sebagai larutan ditambah kilat dan lilitan pemanas biar larutan mendidih. Dalam beberapa hari kemudian muncul bahan lengket kemerahan yang kaya asam amino. Asam amino adalah bahan dasar pembuat protein, dan protein adalah bahan dasar kehidupan. Dari sini miller yakin bahwa dalam 25 tahun ke depan para ilmuwan akan mengetahui dengan pasti bagaimana kehidupan bermula, tapi saat ini 25 tahun telah lewat dan kepastian itu belum terwujud. Hingga miller sendiri akhirnya berpaling untuk kemudian menyatakan bahwa para ilmuwan akan meneliti menemukan pengkombinasian zat kimia yang bisa bereproduksi dan mengembangkan kondisi prakehidupan yang rasional, daripada menjelaskan asal-usul kehidupan. Para Ilmuwan mengakui bahwa benda dan energi hadir pada awal penciptaan dan setelah itu baru kehidupan dimulai.

menurut Biologi evolusioner dengan madzhab darwinian menjelaskan bahwa organisme bisa menurunkan kepada keturunannya tidak hanya sifat-sifat bawaan dari ortunya tapi juga sifat-sifat yang diperoleh dari perjalanan hidupnya, ditambah data-data fosilnya hampir tidak ada yang secara ilmiah menandingi teori tersebut, diperkuat lagi teori seorang biarawan bernama gregor mendel dengan partikel hereditas nya yang sekarang disebut sebagai gen dan dengan transmisi genetis berbasis DNA menurunkan sifat-sifat pada keturunannya. Biologi molekuler baru-baru ini mengungkapkan bahwa proses interaksi antara DNA, RNA dan protein-protein menjadi lebih kompleks daripada perkiraan sebelumnya.

Berbagai cabang sains (fisika, kimia, biologi, filsafat, dan lain-lain) pada hakekatnya mempunyai batas-batas yang jelas dan sementara ini telah kabur, fisika pertikel, setelah ditemukan quark (partikel yang membentuk proton dan neutron) tidak ada lagi objek penelitian fisika partikel, akhirnya ilmuwan hanya meneliti tentang estetika partikel dalam teori fractal (Benoit Mandelbrot). Biologi, setelah ditemukannya RNA (sebagai molekul berserat tunggal) yang bersama DNA memproduksi protein, maka penelitian biologi hanya berkutat pada variasinya saja.

Beginilah, ilmu pengetahuan telah mati. Kematian atau akhir secara ontologism dan epistemologis mempunyai beberapa makna, mati tidak hanya bermakna tidak ada lagi (ketiadaan), namun bisa jadi bermakna permulaan atau kelahiran baru. Dalam berbagai bidang, khususnya the end of science, “kematian” setidak-tidaknya mempunyai tiga makna;

yang pertama adalah melampaui batas menuju titik ekstrim, dimana kecenderungan segala sesuatu berkembang ke arah titik ekstrim yang berakhir menjadi petaka. Selanjutnya setiap system dan konsep telah kehilangan logikanya atau jatidirinya, melampaui fungsi, tujuan, prinsip dan hakikatnya.Hal ini biasanya disebut fatalitas (pertumbuhan sekaligus penghancuran diri). Bisa kita rasakan teori atom atau nuklir yang berkembang sedemikian pesat telah mengancam perdamaian dunia, memicu perang yang dapat memporak-porandakan dunia. Rekayasa genetika ketika tumbuh dan berkembang secara fatal, akan menciptakan terror virus biologi, penyakit binatang dan tumbuhan, maraknya cloning manusia, aborsi, atau bahkan jangan-jangan HIV/AIDS, flu burung, antrax, dll adalah merupakan produk hasil eksperimen laboratorium. Resiko lain adalah perang nuklir, perang biologi, perang kimia, kerusakan lapisan ozon, efek rumah kaca, keracunan oleh polusi, hantaman komet, pencairan es kutub secara ekstrem, Tsunami, dan penghancuran dunia lainnya. Selain hal di atas, Kematian seni (the end of art theory), terjadi ketika perkembangan teori seni sampai pada titik ekstrim sehingga dunia seni kontemporer (postmodern) melepaskan diri dari teori-teori besar seni yang membangun batas yang jelas antara seni-nonseni, sehingga batas-batas itu kabur/hilang yang menjadikan apapun bisa menjadi seni meski sebelumnya bukan seni. Tokoh Prinsip ekstrem yang paling terkenal adalah paul feyrabend dengan “anything goes” nya (apapun boleh).

Yang kedua adalah peleburan dan pencampuradukan, lenyapnya batas, kematian keotentikan dan kemurnian berbagai entitas (social, ekonomi, sains, politik, agama, dll) karena telah terjadi proses pencampuran, peleburan, persilangan (trans) diantaranya. Sehingga tidak ada yang pure agama, pure politik, pure fisika, dan lain-lain. Konsep imanensi yang seharusnya selalu berada di dalam (imanen) sesuatu di luar dirinya (biasanya transenden) dengan membongkar oposisi biner untuk membebaskan manusia dari transcendental murni, maka imanensi akan dilihat sebagai “imanensi untuk dirinya sendiri” bukan terhadap transenden, dengan demikian transenden yang biasanya lebih superior akan bercampur dengan imanen itu sendiri dan batas diantaranya pun hilang. Perselingkuhan lintas disiplinpun terjadi pada fisika, yang selama ini mempelajari prinsip-prinsip zat kini mempelajari tentang keindahan dan estetika zat Sehingga tidak ada bedanya antara fisika dan sastra. Filsafat, yang sebelumnya merupakan penjelejahan dalam upaya menemukan jawaban tentang ‘kebenaran’ kini justru menggali keindahan kata-kata sehingga tidak ada bedanya antara filsafat dan puisi sebagaimana yang dilakukan Derrida.

Yang ketiga adalah kondisi tidak ada lagi objek ilmu pengetahuan itu sendiri, terbatasnya objek ini diperlihatkan semakin menurunnya penemuan (discovery). Di tahun-tahun sekarang telah ditemukan setengah dari penemuan ilmiah, dan diperkirakan di tahun 2200 penemuan akan mencapai 90% dan setelah itu tidak akan ada lagi penemuan ilmiah. Fisika partikel telah berhasil menemukan quark (partikel terkecil) yang membentuk proton dan neutron. Biologi molekuler telah berhasil menemukan RNA dan DNA yang memproduksi protein sebagai bahan dasar kehidupan. Fisika kuantum telah sampai pada teori mekanika kuantum dan relativitas Einstein. Matematika telah sampai pada bilangan imajiner, geometry non Euclid, yang terakhir teori Mandelbrot tentang fractal. Kosmologi telah kehabisan peralatan untuk membuktikan teori big-bang. Neurosains telah kehabisan biaya dan pemikir untuk lebih lanjut menemukan hubungan kesadaran dengan otak fisik.Setelah semua itu akankah ilmu pengetahuan benar-benar telah berakhir? Atau mungkin berputar untuk kembali ke masa lalu, dunia mistik, khayal, bayang-bayang dan imajinasi. Mengingat ilmuwan masa kini sering membayangkan hal-hal yang irasional, kehidupan di luar bumi, penciptaan laboratorium kehidupan baru, fiksi ilmiah yang membayangkan makhluk luar angkasa datang ke bumi, robot dengan kecerdasan melebihi manusia, computer dengan insting dan kemampuan memory yang hebat, manusia super yang dapat hidup selamanya, dan teori superstring semuanya adalah imajinasi masa kini dan akan datang, yang artinya paradigma para ilmuwan sudah bergeser dari semestinya.

Budaya prosedur ilmiah menjadikan ilmu pengetahuan menjadi birokrasi intelektual, sosial dan politik yang besar, yang sukar ditandingi. Kalaupun memang prosedur ilmiah sudah tidak relevan lagi sebagai metode sains, mungkin harus ada metode baru yang tentunya berimplikasi pada definisi atau pengertian ilmu pengetahuan, biar jelas sesuatu itu dapat dikatakan sains, rasional, dan ilmiah atau mungkin dikatakan yang lain. Lantas beberapa pertanyaan yang belum terjawab dengan pasti seperti bagaimana alam semesta bermula, asal-usul kehidupan, asal-usul seks, asal-usul kesadaran, superstring, adanya kehidupan diluar bumi (alien), pengkombinasian zat kimia yang bisa bereproduksi dan mengembangkan kondisi prakehidupan yang rasional, sesuatu yang tidak hancur ketika bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya, mistery metafisika, pembuatan cadangan ozon, keluar dari dimensi ruang dan waktu, Chaitin mengatakan jika kita dapat menjelaskan mengapa kita menua mungkin kita bisa mengetahui bagaimana menghentikannya.semua misteri tersebut sulit untuk terungkap, apalagi hanya dengan sebuah prosedur atau metode ilmiah. Ilmu pengetahuan, kata stent menghadapi batas-batas fisik, social dan kognitif. Ilmu pengetahuan tidak akan mampu menembus wilayah pengalaman subjektif, tingkah laku manusia tidak bisa didefinisikan oleh model ilmiah atau matematis apapun, seperti kapan kita ngopi dan tempatnya dimana adalah hal subjektif manusia. Einstein mengakui bahwa fisika sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan nilai, makna, dan fenomena subjektif lainnya. Keterbatasan ilmu pengetahuan atas objeknya inilah yang membuat ilmuwan kehabisan tenaga untuk menemukan hal ilmiah baru. Saking jengkelnya beberapa ilmuwan menyatakan bahwa sebenarnya sekarang ini banyak ilmuwan yang lebih jenius dari newton dan einstein, namun karena mereka tidak sezaman maka banyak yang kebingungan dengan pencarian temuan sains yang baru. Andaikan newton dan einstein hidup dalam zaman sekarang mungkin dia juga akan merasakan hal yang sama dengan ilmuwan-ilmuwan apatis apologetik lainnya.

Jadi Ilmu pengetahuan tidak mati dalam arti ketiadaan, tapi hidup dengan cara ironis atau dengan cara fatalistic. Ilmu pengetahuan akan dicampuradukkan sehingga kehilangan jatidirinya, seperti yang dilakukan nietze, heidegger, feyrabend, dan deluze. Sains tidak lagi dapat dibedakan dengan sastra, seni, puisi, atau agama. Ilmu pengetahuan tidak dilihat dalam objektivitas, epistem dan validitas kebenarannya, tapi pesona, retorika, dan keindahannya.

Ketika manusia sudah sampai pada batasnya, Hans moravec, Dyson, dan Marvin Minsky yakin bahwa masa depan berada di tangan mesin-mesin, teknologi komputer telah berkembang sedemikian pesatnya dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda kemandegannya. Komputer dengan kecerdasan artifisialnya, memandang bahwa kesadaran adalah memory jangka pendek, memory komputer jauh lebih kuat menahan tumpukan masalah (pemrosesan) daripada memori manusia. Dengan berkembangnya ilmu mesin maka pekerjaan manusia sedikit demi sedikit akan digantikan olehnya, perusahaan-perusahaan akan lebih memilih robot untuk bekerja daripada manusia yang sering mengacaukan. Sekarang manusia sudah cenderung menjadi mesin dan sebaliknya mesin akan menggantikan manusia. Komputer mungkin atau pasti akan mempercepat akhir dari ilmu pengetahuan empiris. Ilmuwan akhir-akhir ini kehabisan bahan empiris, mereka mempunyai kecenderungan untuk menciptakan fiksi ilmiah (superstring, kesadaran, dll) maka sains akan mandeg dan kecerdasan ada di tangan mesin. Benarkah masa depan ilmu pengetahuan akan dilanjutkan oleh mesin?. Dan akankah ilmu pengetahuan mesin berbeda secara signifikan dengan ilmu pengetahuan manusia? Makanya lihat film matrix dulu…

Namun apa yang terjadi dengan riwayat kecerdasan artifisial yang telah dikalahkan manusia dalam pertandingan catur antara Gary Kasparov (juara catur dunia) melawan “Deep Blue” komputer yang berkekuatan hebat, dibuat oleh progammer catur terbaik di dunia dengan 32 prosesor paralel yang mampu menguji 200 juta posisi perdetik. Semula Deep Blue menang dalam pertandingan pertama dan berakhir dengan kemenangan Gary Kasparov 4-2. Jika Monster silikon ini tidak bisa mengalahkan seorang manusia dalam permainan catur, lalu bagaimana dengan harapan bahwa komputer akan bisa meniru bakat manusia yang lebih hebat, seperti mengenali kekasih, melakukan demonstrasi, mengakali mahasiswa, dan membuat virus. Hehe… inilah mimpi buruk Marvin Minsky dan kawan-kawannya.

Terakhir, Horgan dengan ketidakpastian tujuannya yakin bahwa buku the end of science nya bukan sekedar meniru buku the end of … yang lain. Dan apakah akhir sains adalah anti-sains? Merupakan kekhawatiran sejumlah ilmuwan atas istilah yang lebih tajam yang mereka lukiskan sebagai kebangkitan irasionalitas dan permusuhan yang rapi terhadap ilmu pengetahuan. Bisa jadi ini dijadikan doktrin para fundamentalism agama, filosof postmodern, dan ilmuwan ironis untuk menyebarkan ajaran sesatnya, yaitu paradigma anti-ilmu pengetahuan. Lalu bagaimana dengan ilmu pengetahuan terapan? Implikasinya adalah dipotongnya dana-dana penelitian seperti penelitian tentang fusi nuklir untuk melahirkan sumber energi yang bersih, ekonomis, dan berlimpah. Kaum realis menyatakan bahwa energi fusi merupakan mimpi yang mungkin tidak akan pernah terwujud; hambatan teknis, ekonomis, dan politis terlalu besar untuk diatasi. Kemudian bagaimana dengan pikiran manusia? Bagaimana selanjutnya superstring? Bagaimana Permainan teori chaos dan kompleksitas? Adakah kehidupan di planet Mars? Silahkan cari jawabannya dan ilmu pengetahuan tidak akan berada diujung kematiannya

Kamis, 30 Oktober 2008

tumbuhan pun melakukan komunikasi


Tahukah anda bahwa ternyata tumbuhan pun melakukan komunikasi di antara mereka? Namun, apakah cara mereka berkomunikasi serupa seperti yang dilakukan oleh manusia atau hewan? Mari kita temukan jawabannya.

Komunikasi Lewat Bahan Kimia
Adalah para peneliti dari National Center for Atmospheric Research Amerika yang pertama kali mendeteksi adanya bahan kimia seperti aspirin di udara di sekitar tumbuhan yang sedang mengalami stress (gangguan). Bahan kimia seperti aspirin tersebut, ternyata dihasilkan oleh tumbuhan sebagai respon (daya imun) atas kondisi tidak normal, seperti perubahan suhu yang ekstrim, untuk melindungi dirinya.

Pembentukan bahan kimia tersebut ternyata memicu pula pembentukan protein tertentu dalam tumbuhan, yang berfungsi meningkatkan tingkat ketahanan bio-kimia tumbuhan serta mengurangi akibat buruk yang ditimbulkan oleh kondisi tidak normal disekitarnya.

Dalam penelitian ini, sebuah alat pengukur yang dipasang kira-kira 100 kaki di atas permukaan tanah mampu mendeteksi adanya methyl salicylate yang dihasilkan tanaman, yang dikondisikan pada suhu dingin yang ekstrim di malam hari, dan kenaikan suhu yang tinggi di siang hari.

Para peneliti mengungkapkan, tumbuhan mengeluarkan bahan kimia tersebut bertujuan untuk memberikan peringatan kepada tumbuhan di sekitarnya akan adanya ancaman yang mereka hadapi. Penelitian sebelumnya pun memperkuat temuan baru ini, di mana tumbuhan yang sedang di makan hewan mengeluarkan bahan kimia yang sama, yang dapat dirasakan oleh tumbuhan lain di sekitarnya.

Deteksi Lebih Awal
Temuan terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Biogeosciences ini, juga memunculkan harapan baru bagi para petani dan para pengelola hutan untuk dapat mendeteksi lebih awal akan munculnya serangan hama dan penyakit pada tumbuhan atau adanya serbuan serangga.

Dengan mengetahuinya lebih awal, waktu dan jumlah pemakaian pestisida pun dapat dioptimalkan. Sehingga akan mengurangi penggunaan pertisida dan tentu akan mengurangi kerugian para petani akibat serangan hama dan penyakit pada tanaman mereka.(AP

Rabu, 29 Oktober 2008

termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Termometer Merkuri adalah jenis termometer yang sering digunakan oleh masyarakat awam. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama.

Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih.

Termometer Merkuri pertama kali dibuat oleh Daniel G. Fahrenheit. Peralatan sensor panas ini menggunakan bahan Merkuri dan pipa kaca dengan skala Celsius dan Fahrenheit untuk mengukur suhu. Pada tahun 1742 Anders Celsius mempublikasikan sebuah buku berjudul “Penemuan Skala Temperatur Celsius” yang diantara isinya menjelaskan metoda kalibrasi alat termometer seperti dibawah ini:

  1. Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air.
  2. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan.
  3. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.

Sampai saat ini tiga poin kalibrasi diatas masih digunakan untuk mencari rata-rata skala Celsius pada Termometer Merkuri. Poin-poin tersebut tidak dapat dijadikan metoda kalibrasi yang akurat karena titik didih dan titik beku air berbeda-beda seiring beda tekanan.

Cara Kerja :

  1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal.
  2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubahan volume.
  3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun.
  4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

NUKLIR


sp>Nuklir mungkin kata yang sangat menakutkan bagi sebagian orang, takut karena kasus kecelakaan Chenobyl atau karena denger isu dari kanan – kiri. Dengan tulisan ini saya ingin memperkenalkan kepada rekan – rekan tentangmanfaat dan keunggulan nuklir dibanding dengan pembangkit listrik yang lainnya. Serta, ingin memberi sedikit ‘kue’ kecil agar tidak takut lagi terhadap yang namanya Nuklir ini.

Nuklir sebenarnya berkaitan dengan yang namanya atom. Mungkin bagi rekan–rekan ketika mendengar atom tidaklah menakutkan atau mengerikan dibanding ketika mendengar nuklir atau radioaktif. Sebenarnya apa sih hubungan antara nuklir dengan radioaktif|?
 Jadi begini ceritanya, atom tersusun atas inti atom (yang tersusun dari neutron dan proton) dan dikelilingi oleh yang namanya elektron. Nah atom itu terbagi 2 berdasrkan kestabilannya, yaitu atom stabil dan tidak stabil. Atom yang tidak stabil inilah yang memancarkan partikel radioaktif. Mungkin sudah sedikit belajar tentang partikel radioaktif. Partikel radioaktif yang umumnya kita kenal, yaitu partikel alfa (α), beta (β), dan gamma (γ). Dengan memancarkan partikel–partikel tersebutlah atom–atom tersebut menuju kestabilan. Mungkin muncul pertanyaan dalam diri kita apa hanya atom yang tak stabil saja yang memancarkan sinar atau partikel radioaktif? Atau atom stabil juga memancarkan sinar atau radioaktif? Dalam fisika nuklir istilah memancarkan radioaktif sering disebut dengan peluruhan. Faktanya semua atom atau unsur – unsur yang kita kenal di tabel periodik itu, mengalami yang namanya peluruhan. Tidak hanya yang tak stabil yang mengalami peluruhan, tetapi unsur atau atom tak stabil juga mengalami peluruhan ini.

Lalu kenapa yang dibahas dalam buku – buku hanya yang tidak stabil saja? Hal ini disebabkan bahwa atom yang stabil memiliki waktu peluruhan yang sangat jauh lebih lama dibanding atom yang tak stabil, atau dengan kata lain peluruhan yang terjadi sangat kecil sekali. Oleh karena itu, umumnya yang dibahas adalah atom tak stabil. Jadi, tidak perlu takut ketika mendengar yang namanya nuklir atau radioaktif, karena ketika kita keluar rumah atau bahkan ketika menyalakan komputer atau lampu kita pun sebenarnya sudah terkena yang namanya foton, sebuah partikel yang tak bermassa yang hampir mirip dengan partikel – partikel radioaktof tersebut. Tapi sebenarnya tidak perlu takut kok dengan kita mengkonsumsi makanan sayur – sayuran dan buah – buahan serta susu maka sel tubuh kita yang rusak akibat sinar atau partikel foton tersebut akan kembali normal atau digabtikan oleh sel yang baru. Jadi, jangan malas makan sayur dan minum susu ya, kayak anak kecil aja harus dipaksa. Sekarang udah ngak takut lagikan? Ternyata yang namanya radioaktif ini ngak selama menakutkan atau membahayakan loh. Segala ciptaan yang diciptakan oleh sang Pencipta, pasti ada manfaatnya untuk manusia, termasuk didalamnya radioaktif ini.

Radioaktif ini memiliki beberapa manfaat antara lain (kalau tertarik bisa request untuk dibahas selanjutnya) :
1. Pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan radioaktif yang dipancarkan oleh unsur yang tak stabil seperti unsur uranium. 
2. Kesehatan. Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta orang di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini. Sebagai contoh sinar – X untuk penghancur tumor atau untuk ‘foto’ tulang.
3. Industri. Saat ini radioaktif digunakan oleh industri. Misalnya industri pupuk, atau bahkan digunakan oleh perusahaan yang mencari sumber–sumber baru minyak bumi yang ada di perut bumi.

Dan masih banyak lagi manfaat dari radioaktif ini. Jadi sekarang justru makin tertarik dan penasarankan dengan yang namanya radioaktif ini. Kalau penasaran buruan request untuk membahas yang berhubungan dengan radioaktif ini.

ATRAKSI FISIKA DI UDARA

sp>Sekumpulan burung Pelikan, Camar dan Angsa terbang indah di udara.
Suatu atraksi udara yang sangat menakjubkan! Ada rasa iri yang dapat
dimengerti saat manusia menyaksikan pertunjukan ini. Ternyata semua akal budi
dan kepandaian manusia belum dapat menyaingi kemampuan burung yang
dapat terbang dengan mulus dan sempurna tanpa menggunakan alat bantu
mesin‐mesin besar yang mengeluarkan suara bising yang memekakkan telinga
seperti pesawat‐pesawat ciptaan manusia. Apa rahasianya? Bagaimana burung
bisa terbang, mengalahkan semua keterbatasan akibat berat tubuh mereka dan
gravitasi bumi? Mereka bahkan selalu terbang sebagai kawanan burung yang
dengan kompak menjelajahi udara dengan gerak‐gerik yang indah. Kalah
kompakkah manusia?
Atraksi terbang burung‐burung di udara ini ternyata melibatkan ilmu
fisika.

Ada 4 jenis gaya yang terlibat dalam atraksi udara tertua ini.
1. Drag Force,yaitu gaya hambat udara. Gaya ini berasal dari tumbukan
molekul‐molekul udara dengan tubuh burung. Arah gaya ini selalu
berlawanan dengan arah gerak burung. Sedangkan besar gaya ini sangat

Gambar 1 Seekor pelikan sedang beratraksi di udara
tergantung pada luas permukaan burung dan kecepatan burung.
Semakin luas permukaan burung semakin besar gaya hambatnya.
Semakin cepat burung bergerak semakin besar pula gaya hambatnya ini.
Suatu ilustrasi yang dapat menggambarkan drag‐force (hambatan) udara
ini adalah hambatan yang dirasakan saat kita berjalan melawan arah
angin yang kencang. Hambatan ini semakin terasa besar ketika kita
membuka lengan kita lebar‐lebar (memperluas permukaan tubuh kita)
atau ketika kita bergerak lebih cepat.


2. Lift Force (gaya angkat) merupakan gaya yang mengangkat burung ke
atas. Ada 2 hal yang dapat menimbulkan gaya angkat ini: kepakan sayap
dan aliran udara yang lewat sayap. Ketika burung mengepakkan sayap ke
bawah, burung menekan udara ke bawah, akibatnya udara akan menekan
balik dan mendorong burung ke atas (hukum aksi‐reaksi). Semakin cepat
kepakan sayap, semakin besar gaya keatasnya. Itu sebabnya burung
merpati yang hendak terbang akan mengepakan sayapnya secara cepat.
Burung yang berat seperti Kori Bustard dari Afrika tentu harus
mempunyai otot dada yang kuat sehingga mampu mengepakan sayap
lebih cepat untuk mengangkat tubuhnya yang gembrot itu (19 kg).
(Karena ototnya keras, daging Kori Bustard keras....kurang enak dimakan).

Gb.2 aliran udara pada sayap burung.
Pada Gb. 2 digambarkan aliran udara ketika melewati sayap. Udara yang
mengalir lewat bagian atas sayap akan bergerak lebih cepat karena udara
ini harus menempuh lintasan yang lebih jauh. Akibatnya tekanan dibagian
ini lebih kecil dibandingkan dengan tekanan udara dibawah sayap.
Perbedaan tekanan ini memberikan gaya angkat pada burung. Semakin
melengkung (semakin aerodinamis) sayap semakin besar gaya angkatnya.

3. Thrust (gaya dorong) yaitu gaya yang mendorong burung bergerak maju.
Gaya ini dihasilkan melalui kepakan sayap yang bergerak seperti angka 8
rebah (dilihat dari samping). Kepakan sayap menghasilkan suatu pusaran
udara (vorteks) yang dapat memberikan suatu dorongan bagi burung
untuk bergerak maju di udara. Besar‐kecilnya gaya dorong ini sangat
tergantung pada kekuatan otot terbang.


4. Weight (gaya berat) yaitu gaya tarik gravitasi bumi. Besarnya sangat
tergantung pada massa burung. Arahnya vertikal ke bawah.

Gambar 3 Gaya‐gaya pada burung yang sedang terbang
Kombinasi ke 4 gaya ini dimanfaatkan burung untuk melakukan berbagai
atraksi seperti parachutting (gerak parasut), gliding (meluncur), flight (terbang
ke depan), dan soaring (membubung) (pintar yach burung‐burung ini....)
Parachuting (gerak parasut)
Gerak parasut merupakan gerak jatuh di udara (bisa miring bisa pula vertikal).
Sudut miringnya lebih besar dari 450 terhadap garis mendatar. Untuk melakukan
gerak parasut, burung rajawali harus memperbesar gaya hambatnya (drag force)
caranya adalah dengan memperbesar luas permukaannya (misalnya dengan
melebarkan sayapnya).
Gliding (meluncur)
Gliding (meluncur) yaitu gerak jatuh yang membentuk sudut lebih kecil dari 45°
dengan garis mendatar. Fokus utama dalam gliding adalah meluncur semendatar
mungkin. Ini dilakukan dengan memperkecil gaya hambat udara. Dalam
melakukan gliding burung Fulmar dapat menempuh jarak mendatar 8,5 meter
tetapi hanya turun 1 meter saja. Burung pemakan bangkai (Vultures) lebih bagus
lagi, burung ini dapat menempuh jarak mendatar 22 jarak meter dengan turun
hanya 1 meter.
5. Flight (terbang)
Gerakan flight (terbang) dilakukan dengan mengepakkan sayap. Kepakan
sayap digunakan untuk menghasilkan gaya dorong ke depan (thrust) dan gaya
angkat (lift). Gaya dorong dan gaya angkat ini dapat diatur oleh burung untuk
mengendalikan arah, kecepatan, dan ketinggiannya (ternyata otak burung cukup
cerdas untuk menghitung fisika he...he..he.....).
Ketika burung hantu turun dengan kecepatan tinggi untuk menangkap
tikus, burung hantu mengecilkan drag force dengan merampingkan tubuhnya
atau menekuk sayapnya. Ketika sudah dekat dengan mangsanya (akan
mendarat), burung hantu memperlambat gerakannya dengan memperbesar drag
force yaitu dengan mengembangkan sayapnya (wuiii ...hebat sekali ilmu fisika
burung hantu ini...)
Soaring (gerak membubung)
Gerak membubung merupakan gerak naik tanpa mengepakkan sayap. Gerakan
ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan arus udara. Akibat pemanasan
matahari suhu udara yang dekat permukaan bumi menjadi lebih panas, udara
panas ini akan naik ke atas dan menimbulkan arus udara ke atas. Arus udara
inilah yang dimanfaatkan oleh burung rajawali untuk membubung tinggi tanpa
perlu mengepakan sayapnya yang besar (hemat energi lho...). Burung camar atau
burung albatros, lain lagi. Untuk membubung, burung camar memanfaatkan
arus udara yang dipantulkan oleh permukaan air laut. Itu sebabnya burung camar
selalu berada dekat‐dekat dengan permukaan laut.
Parade Burung Terbang
Pernah lihat angsa atau burung terbang bermigrasi (berpindah tempat)?
Angsa ini umumnya terbang berkelompok membentuk suatu parade yang sangat
indah, jarang ditemukan angsa terbang jauh sendirian. Selain untuk
meningkatkan keamanan terhadap serangan predator, kebersamaan itu juga
mengurangi resiko tersesat di jalan saat melakukan migrasi jarak jauh. Dalam
melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lain angsa‐angsa ini
memanfaatkan medan magnetik bumi sebagai penunjuk arah.
Dalam melakukan parade, angsa‐angsa ini seringkali membentuk formasi

seperti huruf V (gambar 4). Angsa yang paling depan (pemimpin) merupakan
pembuka jalan yang harus bekerja keras “memecah” hambatan udara, sehingga
angsa dibelakangnya dapat bergerak lebih mudah. Ketika pemimpin ini lelah,
temannya segera menggantikan posisinya (wah ternyata angsa tidak
egois ...nggak mau enak sendiri).
Dalam formasi huruf V ini gerakan angsa‐angsa dalam kawanan ini sangat
sinergi sehingga mereka tidak perlu keluar tenaga terlalu besar (pemakaian
energi lebih efisien) untuk melakukan perjalanan yang jauh (wah tampaknya kita
harus belajar dari angsa dalam bekerja sama...).
Angsa‐angsa ini tampak kompak sekali, seakan‐akan tidak pernah ada
yang salah arah. Sebenarnya berbagai kesalahan arah terbang tetap terjadi,
hanya saja kesalahan itu dapat dengan cepat dileburkan sehingga tidak terlihat
mempengaruhi arah terbang kawanan. Pada gambar 4, sekumpulan angsa
sedang bergerak ke arah utara. Jika satu angsa menyimpang dari posisi (1) ke
posisi (2) lalu ke posisi (3) dan (4), maka angsa‐angsa lain akan berusaha
menyesuaikan diri (dengan memperhatikan aliran udara dan kondisi udara
disekitarnya) sedemikian sehingga terjadi perubahan posisi tetapi arah gerak
kawanan tetap tidak berubah yaitu tetap ke arah utara. Eh tahu nggak... konsep
perubahan posisi ini dapat diterapkan dalam ilmu manajemen modern lho.
Menurut konsep ini jika ada seorang mempunyai ide yang dapat
menyimpangkan arah perusahaan tetapi menguntungkan perusahaan itu, orang
ini tidak akan dikucilkan. Teman‐temannyalah yang akan menyesuaikan diri
sedemikian sehingga misi dan visi perusahaan tetap tidak berubah, walaupun
mungkin posisi teman‐temannya itu bisa berubah (wah keren... belajar dari
angsa).

Gambar 4 Formasi terbang kawanan burung
Memang asyik mengamati gerakan‐gerakan burung. Ternyata dalam ilmu
fisika kita harus banyak belajar dari burung. Begitu indah dan mempesonanya
atraksi fisika yang mereka pertontonkan di udara selama jutaan tahun sehingga
rasanya kita ini tidak ada apa‐apanya.